Tuesday, October 6, 2026

BAPAK PALING JUJUR ANGKAT KISAH CALON GUBERNUR YANG KEHILANGAN KEMAMPUAN BERBOHONG



Kejujuran menjadi tema utama dalam film drama komedi BAPAK PALING JUJUR, produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope. Disutradarai oleh Fajar Nugros dengan skenario Rino Sarjono, film berdurasi 103 menit ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Film ini mencoba melihat sisi lain dari kejujuran: bagaimana jika seseorang tidak hanya kehilangan kemampuan untuk berbohong, tetapi juga kehilangan filter dalam menyampaikan apa yang ada di pikirannya?

Cerita berpusat pada Jonas Prakoso, diperankan oleh Andovi da Lopez, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan berhati-hati dalam memilih setiap perkataan. Kehidupannya berubah setelah sebuah kutukan dari sang nenek membuat Jonas tidak bisa lagi berbohong. Lebih dari itu, semua hal yang ada di kepalanya dapat langsung terlontar tanpa pertimbangan, termasuk rahasia dan perkataan yang seharusnya disimpan. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekacauan dalam kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.

Lewat kekacauan Jonas, BAPAK PALING JUJUR mengangkat pertanyaan tentang harga yang harus dibayar ketika kejujuran tidak lagi bisa dikompromikan. Produser Aoura Lovenson Chandra melihat kejujuran sebagai sesuatu yang seharusnya menjadi komitmen dan tanggung jawab, terutama bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat. Sementara itu, Fajar Nugros menilai kepercayaan berkaitan erat dengan fondasi kejujuran. Menurutnya, prestasi yang dibangun di atas kebohongan ibarat membangun istana pasir yang pada akhirnya dapat runtuh ketika fondasinya mulai dipertanyakan.

Premis BAPAK PALING JUJUR sebelumnya telah diangkat dalam film Brasil O Candidato Honesto (2014) dan film Korea Selatan Honest Candidate (2020). Versi Indonesia ini membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, serta humor yang disesuaikan dengan konteks masyarakat Indonesia. Meski menggunakan dunia kampanye dan politik sebagai latar, film ini pada dasarnya merupakan drama komedi tentang manusia, pilihan, serta berbagai “filter” yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Film ini ingin menunjukkan bahwa berkata jujur tidak selalu sederhana, terlebih ketika kejujuran disampaikan tanpa tanggung jawab.

Selain Andovi da Lopez, film ini menghadirkan ensemble cast yang terdiri dari Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya. Dengan durasi 103 menit, BAPAK PALING JUJUR menawarkan kekacauan komedi yang berangkat dari premis sederhana, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan kembali arti kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab atas setiap perkataan. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026, dengan tiket yang sudah dapat dipesan melalui berbagai platform pemesanan tiket bioskop.

Thursday, October 1, 2026

JAKARTA WORLD CINEMA 2026 TAYANGKAN 120 FILM PERAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL






Jakarta World Cinema (JWC) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi utama sinema dunia di Asia Tenggara. Tahun ini, JWC menghadirkan 207 film dari 69 negara, dengan 120 film peraih penghargaan dari berbagai festival film bergengsi. Program tersebut juga mencakup 96 film Asia, 41 film yang disutradarai perempuan, serta 20 film yang menjadi perwakilan resmi negaranya untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99.

JWC 2026 akan dibuka dengan Fjord karya Cristian Mungiu, yang baru saja meraih Palme d’Or Cannes 2026. Festival kemudian ditutup dengan pemutaran perdana di Indonesia Inherit, film horor terbaru karya Banjong Pisanthanakun, sutradara The Medium dan Shutter. Deretan film internasional lainnya juga mencakup Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi, serta film terbaru Jesse Eisenberg, The Debut.

Program JWC 2026 turut menghadirkan sejumlah film peraih penghargaan utama festival dunia. Di antaranya Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, pemenang Special Jury Prize Venice 2026; Woman Unknown karya May el-Toukhy, pemenang Golden Lion Venice 2026; serta Yellow Letters karya Ilker Çatak, pemenang Golden Bear Berlinale 2026 yang akan ditayangkan secara daring. Dengan menghadirkan pemenang Palme d’Or, Golden Lion, dan Golden Bear dalam satu edisi, JWC memperkuat posisinya sebagai festival yang mempertemukan film-film penting dari berbagai penjuru dunia.

Selain pemutaran film, JWC 2026 juga menghadirkan Tudor Vladimir Panduru, sinematografer film Fjord, secara langsung di Jakarta. Ia akan menggelar masterclass untuk berbagi pengalaman mengenai proses kreatif dan pendekatannya dalam sinematografi kepada sineas, pelaku industri, dan penonton Indonesia. JWC sendiri membawa visi untuk menjembatani sinema kelas dunia dengan audiens Indonesia sekaligus mendorong perkembangan kultur sinema di Tanah Air.

Bagi penonton di luar Jakarta, sebagian program JWC 2026 juga dapat disaksikan secara daring melalui KlikFilm pada 31 Oktober–21 November 2026. Sementara itu, informasi mengenai tiket, jadwal lengkap festival, dan masterclass Tudor Vladimir Panduru akan diumumkan melalui kanal resmi Jakarta World Cinema dalam beberapa pekan mendatang.

Friday, August 21, 2026

OPERASI PESTA COPET: AKSI NEKAT EMPAT ANAK MUDA DI TENGAH GEMERLAP PESTAPORA


Film Operasi Pesta Copet persembahan Imajinari menghadirkan komedi persahabatan dengan latar unik, yaitu festival musik besar Pestapora. Film ini mengikuti empat anak muda yang nekat melakukan aksi pencopetan karena terdesak keadaan. Disutradarai Edy Khemod sebagai debut penyutradaraannya, film ini mencoba mengangkat cerita tentang orang-orang yang berada dalam situasi sulit dan merasa tidak memiliki banyak pilihan dalam hidup.

Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Meski mengangkat aksi pencopetan, fokus utama film bukan sekadar kriminalitas, melainkan hubungan persahabatan dan perjuangan anak-anak muda dari pinggiran Jakarta yang sama-sama menghadapi tekanan ekonomi. Imajinari tetap membawa DNA komedinya dengan pendekatan yang lebih eksploratif, sementara Awwe turut terlibat sebagai konsultan komedi.

Ernest Prakasa menyebut Operasi Pesta Copet memiliki ide yang unik dan autentik, terutama karena mempertemukan dunia pencopetan dengan skena musik. Film ini diharapkan mampu menghadirkan komedi yang dekat dengan keseharian sekaligus drama yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Premisnya juga menjadi cara Imajinari untuk terus menawarkan tema dan cerita yang berbeda dalam perfilman Indonesia.

Dari sisi penyutradaraan, Edy Khemod menempatkan empati sebagai fondasi utama. Film ini tidak ingin mengglorifikasi tindakan kriminal maupun sekadar menghakimi para karakter, tetapi mengajak penonton memahami alasan di balik pilihan mereka. Iqbaal Ramadhan melihat karakter Ijal sebagai gambaran anak muda yang memiliki mimpi, tetapi lahir tanpa privilese dan dukungan yang sama seperti orang lain. Sementara itu, dinamika persahabatan dan komedi banyak diperkuat oleh karakter Adut yang diperankan Kristo Immanuel, serta pengalaman nekat Kawai Labiba sebagai Melodi yang harus menjalani aksi di tengah kerumunan penonton Pestapora.

Operasi Pesta Copet akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelum perilisan, film ini menggelar roadshow special screening di 11 kota pada 22–31 Agustus, yaitu Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor, bersama para pemain dan sineas. Pada akhirnya, meski premisnya berbicara tentang copet, film ini ingin menjadikan persahabatan, kondisi sosial, dan perjuangan hidup sebagai hati utama ceritanya.

Friday, July 24, 2026

CLARESTA TAUFAN PIMPIN DERETAN BINTANG DI BUNGA DI TEPI JURANG



MAXStream TV bersama iQIYI resmi mengumumkan original series terbaru berjudul Bunga di Tepi Jurang, yang akan tayang mulai 31 Juli 2026. Serial ini hadir sebagai bagian dari upaya kedua platform dalam menghadirkan tontonan lokal berkualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, sekaligus memperkaya pilihan hiburan digital dengan cerita yang relevan dan emosional.

Diproduksi oleh Leo Pictures, Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud kolaborasi ketiga pihak dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, serial ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, sehingga karya-karya lokal semakin mudah dinikmati kapan saja dan di mana saja.

Serial ini berfokus pada kisah Andini, yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha bangkit dari masa lalunya untuk membangun kehidupan yang ia pilih sendiri. Mengangkat tema perjuangan, harapan, dan ketangguhan, cerita ini menampilkan perjalanan emosional Andini saat menghadapi berbagai tekanan hidup, mulai dari persoalan keluarga, hubungan yang rumit, hingga pencarian jati diri.

Selain Claresta Taufan, Bunga di Tepi Jurang juga dibintangi deretan aktor ternama seperti Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, Anjasmara, dan Raden Rakha. Perpaduan pemain lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan dinamika karakter yang kuat sekaligus memperkaya konflik dan emosi sepanjang cerita.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, menyebut kolaborasi dengan iQIYI merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk menghadirkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam dan mudah diakses pelanggan. Senada dengan itu, Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, mengatakan bahwa serial ini merupakan bagian dari komitmen iQIYI dalam mengembangkan cerita orisinal Indonesia yang mampu membangun koneksi emosional dengan penonton. Bunga di Tepi Jurang nantinya dapat disaksikan melalui aplikasi MAXStream TV dan iQIYI di perangkat mobile, smart TV, maupun platform streaming lainnya.

Tuesday, July 14, 2026

JIRAYUT DEBUT SEBAGAI PEMERAN UTAMA LEWAT FILM HOROR KOMEDI CEK KHODAM

Film Cek Khodam menggelar press screening dan gala premiere pada 10 Juli 2026 menjelang penayangannya di bioskop. Mengusung genre horor komedi, film ini menawarkan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menjadikan hantu sebagai sumber ketakutan utama, Cek Khodam mengangkat realitas bahwa manusia modern justru lebih dihantui cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua, hingga membuat dunia khodam "panik" karena tak lagi dianggap paling menyeramkan.

Film ini juga menjadi tonggak penting bagi Jirayut yang menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Selain itu, Saputra Kori untuk pertama kalinya bermain dalam film horor komedi. Keduanya didukung oleh sederet komedian seperti Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar, yang menghadirkan komedi ringan dan spontan tanpa menghilangkan nuansa mistis. Deretan pemain lainnya meliputi Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

Dengan memadukan unsur horor, komedi, dan isu keseharian yang relevan, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang menghibur sekaligus terasa dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menjanjikan perpaduan tawa, ketegangan, dan sindiran terhadap keresahan hidup masa kini. Cek Khodam dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Sunday, July 12, 2026

SINOPSIS DAN FAKTA FILM AKU SEBELUM AKU, DRAMA KELUARGA TERBARU GINA S. NOER



Film terbaru garapan sutradara sekaligus penulis Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, mengangkat kisah pencarian jati diri seorang remaja bernama Jati yang mulai mempertanyakan makna kebahagiaan di balik berbagai prestasi yang selama ini ia raih. Memadukan unsur coming-of-age, drama keluarga, dan penelusuran sejarah, film ini mengajak penonton melihat bahwa proses mengenal diri sering kali berarti menghadapi luka dan masa lalu yang selama ini dihindari. Gina menyebut film ini sebagai kisah tentang keberanian untuk pulih, berdamai dengan diri sendiri, dan tumbuh menjadi manusia yang lebih bahagia.

Jati, yang diperankan Bima Sena, digambarkan sebagai siswa berprestasi yang menjadi kebanggaan orang tua dan sekolah. Namun di balik citra sempurna tersebut, ia justru merasa hampa dan mulai mempertanyakan apakah kesuksesan yang ia kejar benar-benar merupakan keinginannya sendiri atau sekadar tuntutan dari lingkungan. Perjalanan Jati juga memperlihatkan hubungan yang rumit dengan sang ayah, Jaya (Ringgo Agus Rahman), yang memiliki pandangan berbeda tentang arti kebahagiaan dan masa depan anak. Ringgo mengatakan film ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar mendampingi anak menemukan jalannya sendiri, bukan memaksakan arah hidup yang mereka inginkan.

Selain mengangkat konflik keluarga, Aku Sebelum Aku juga menyoroti pentingnya pendidikan yang memerdekakan. Lewat latar Sekolah Tunas Merdeka, Gina S. Noer menghadirkan ruang belajar yang mendorong siswa mengenali minat, potensi, dan identitas mereka, bukan hanya mengejar nilai. Gagasan tersebut terinspirasi dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang menuntun kodrat anak agar mencapai kebahagiaan sebagai manusia. Di sekolah inilah Jati bertemu Asa (Widuri Puteri), sosok yang menginspirasi dirinya untuk berani mencari jawaban atas berbagai pertanyaan tentang hidup dan sejarah keluarganya.


Pendekatan visual film turut memperkuat konflik emosional para tokohnya. Penata kamera Deska Binarso menggunakan dua jenis lensa berbeda untuk merepresentasikan sudut pandang Jati dan Jaya, dengan inspirasi awal dari lukisan The Scream karya Edvard Munch. Sementara itu, Sekolah Tunas Merdeka dirancang dengan nuansa yang menghormati tokoh-tokoh pendidikan Indonesia, serta menghadirkan karakter guru kembar yang diperankan Aming sebagai sosok pendidik yang membimbing murid untuk berpikir kritis, bukan mendikte pilihan hidup mereka.


Semangat memerdekakan anak juga diterapkan selama proses produksi. Gina S. Noer memberi ruang kepada para aktor muda untuk ikut mengembangkan karakter melalui diskusi dan kolaborasi, sehingga mereka diperlakukan sebagai rekan kreatif yang setara. Bima Sena dan Widuri Puteri mengaku banyak terlibat dalam proses tersebut, sementara Gina menegaskan bahwa seluruh kru dan pemain bekerja dengan prinsip saling mendengarkan dan menghargai. Melalui Aku Sebelum Aku, Gina berharap film ini menjadi "surat cinta" bagi siapa pun yang sedang bertahan, memilih pergi, atau terus mencari jalan untuk mengenal dirinya sendiri.

Saturday, July 4, 2026

IYUS JENIUS HADIRKAN PETUALANGAN MUSIKAL DENGAN LAGU-LAGU LEGENDA PAPA T.BOB



Film musikal anak IYUS JENIUS resmi meluncurkan official poster dan teaser perdananya menjelang penayangan di bioskop pada 10 September 2026. Film garapan sutradara Achmad Romie ini diproduksi oleh Gandhi Fernando melalui Creator Media bersama Maxstream TV Studios, Serujuga Film Studio, dan Frontline Pictures. Mengusung lagu-lagu legendaris Papa T.Bob, film ini hadir sebagai tontonan keluarga yang memadukan hiburan dengan pesan positif untuk anak-anak.

Official poster menampilkan Iyus yang diperankan Kevin Abadio bersama Babah T.Bob duduk di tengah hamparan sawah hijau dengan nuansa hangat dan penuh warna. Sementara itu, teaser memperkenalkan kisah Iyus, bocah berusia 10 tahun yang mengalami penurunan prestasi di sekolah setelah kehilangan ayahnya. Hidupnya berubah ketika sebuah kecelakaan membuatnya koma, lalu setelah sadar ia bertemu Babah T.Bob, sosok teman imajiner yang membantunya menghadapi rasa kehilangan, perundungan, kesepian, hingga keraguan terhadap dirinya sendiri.

Melalui perpaduan drama keluarga, petualangan, fantasi, dan musikal, IYUS JENIUS menghidupkan kembali lagu-lagu Papa T.Bob dalam aransemen baru. Di balik kisahnya, film ini mengangkat berbagai nilai pendidikan karakter, mulai dari kepercayaan diri, empati, keberanian menghadapi tantangan, semangat belajar, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026, IYUS JENIUS diharapkan menjadi pilihan tontonan keluarga yang hangat dan bermakna. Selain menghadirkan nostalgia melalui lagu-lagu Papa T.Bob, film ini juga mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan percaya pada kemampuan diri sendiri, sekaligus mengingatkan para orang tua bahwa setiap anak memiliki proses belajar dan berkembang yang berbeda.