Thursday, January 29, 2026

SUNDA EMPEROR: KISAH KETURUNAN RAJA SUNDA DIBALUT KOMEDI DAN PETUALANGAN


Sunda Emperor adalah film panjang pertama dari rumah produksi Sapawave Films yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026. Film ini mengangkat premis unik tentang seorang pemuda Sunda oportunis yang mendapati dirinya merupakan keturunan Raja Sunda. Dari gagasan tersebut, Sunda Emperor menawarkan kisah petualangan yang berakar pada sejarah dan budaya lokal, namun dikemas untuk penonton masa kini.

Diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran, film ini memadukan unsur drama, komedi, dan petualangan dalam balutan budaya Sunda yang autentik. Ceritanya berfokus pada tiga sahabat yang melakukan perjalanan pencarian jati diri dan sejarah, dipicu oleh sebuah koin peninggalan Kerajaan Sunda. Narasi disajikan secara ringan, tetapi sarat makna tentang identitas, persahabatan, dan relevansi nilai budaya di masa sekarang.

Sebagai film yang sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda, Sunda Emperor juga melibatkan sejumlah kreator Sunda yang diperkenalkan melalui video first look dan cast reveal. Strategi ini ditujukan untuk membangun kedekatan dengan audiens, khususnya generasi muda, sekaligus memperluas jangkauan promosi di ranah digital. Angling Sagaran menegaskan bahwa film ini ingin membuktikan cerita daerah mampu tampil modern di layar lebar tanpa kehilangan akar budayanya.

Film ini dibintangi oleh Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem, dengan latar visual panorama alam Sukabumi yang sinematik. Dukungan visual dan performa para pemain diharapkan memberi pengalaman menonton yang kuat dan menghibur. Melalui Sunda Emperor, Sapawave Films menegaskan komitmennya menghadirkan film berbahasa daerah yang relevan, kompetitif secara nasional, sekaligus menjadi apresiasi terhadap kekayaan cerita lokal Indonesia.

SURAT UNTUK MASA MUDAKU: KISAH PERSAHABATAN, TRAUMA, DAN HARAPAN DI FILM TERBARU NETFLIX


Netflix menggelar konferensi pers dan special screening film orisinal Indonesia terbarunya, Surat untuk Masa Mudaku, di Jakarta pada 28 Januari 2026. Film ini menjadi kolaborasi perdana Netflix dengan sutradara Sim F. dan rumah produksi Buddy Buddy Pictures. Dijadwalkan tayang mulai 29 Januari 2026, film ini dibintangi Theo Camillo Taslim, Fendy Chow, Agus Wibowo, Aqila Herby, Cleo Hanura Nazhifa, dan Halim Latuconsina.

Surat untuk Masa Mudaku mengisahkan persahabatan tak terduga antara seorang remaja pemberontak dan pengurus panti asuhan lansia, saat keduanya berusaha berdamai dengan luka masa lalu. Dalam konferensi pers, Sim F. menjelaskan bahwa ceritanya terinspirasi dari kehidupan nyata di panti asuhan, terutama tentang perjuangan, rasa kehilangan, dan harapan anak-anak di sana. Meski terinspirasi pengalaman pribadi, Sim menegaskan film ini bukan biopik, melainkan hasil peramuannya bersama penulis Daud Sumolang dengan tema besar kehilangan yang dialami lintas usia.

Para pemeran berbagi proses pendalaman karakter yang intens. Theo Camillo Taslim menggambarkan Kefas remaja sebagai sosok keras kepala yang menyimpan kekecewaan mendalam, sementara Fendy Chow sebagai Kefas dewasa menyoroti bagaimana trauma masa kecil tetap membekas hingga berkeluarga. Keduanya berusaha menyelaraskan gestur dan logat agar transisi karakter terasa organik. Agus Wibowo, yang memerankan Pak Simon, melihat kemiripan pahit antara karakternya dan Kefas, sosok yang telah kehilangan kepercayaan pada kehidupan akibat masa lalu yang keras.

Produser Wilza Lubis mengungkap tantangan produksi, terutama dalam riset periode masa lalu dan pencarian pemeran yang tepat, termasuk proses casting berulang untuk peran-peran kunci. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana syuting yang aman dan nyaman bagi pemeran anak-anak, lengkap dengan fasilitas pendidikan di lokasi. Film ini diharapkan menyuguhkan kisah emosional tentang persahabatan, trauma, dan harapan, dan dapat disaksikan mulai 29 Januari 2026, eksklusif di Netflix.

Thursday, January 15, 2026

ANGGA YUNANDA JAJAL GENRE HOROR-KOMEDI LEWAT SEBELUM DIJEMPUT NENEK

Menjelang penayangan di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026, Sebelum Dijemput Nenek mencuri perhatian publik. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film horor-komedi ini memadukan teror berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan keseharian, menghadirkan pengalaman menonton yang tegang sekaligus menghibur.

Antusiasme meningkat sejak trailer resmi dirilis dan dibanjiri komentar positif di media sosial. Banyak warganet menilai film ini lucu dan seru, bahkan membandingkan vibe horor-komedinya dengan film-film Thailand. Sorotan utama tertuju pada duet Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar, yang memicu perbincangan soal kemiripan hingga julukan-julukan unik dari warganet.

Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber dinamika utama cerita: Hestu yang dingin dan menyimpan amarah berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek. Angga mengaku antusias menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya, sementara Dodit menekankan bahwa humor muncul alami dari benturan karakter, bukan dari lelucon yang dipaksakan.

Sang sutradara menegaskan keseimbangan horor dan komedi sebagai pendekatan utama, didukung jajaran pemain pendukung serta cameo yang dipilih selektif agar menyatu dengan narasi. Produser Sunil Samtani menyebut film ini sebagai wujud komitmen Rapi Films mengembangkan horor-komedi berakar budaya lokal sekaligus debut penyutradaraan Fajar. Dengan respons positif sejak trailer dan kejutan yang disiapkan, Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi tontonan horor-komedi yang paling dinantikan di awal 2026.

Friday, January 9, 2026

ALGOJO: AKSI, MORAL ABU-ABU, DAN WAJAH JAKARTA AKAR RUMPUT


Vidio membuka tahun 2026 dengan Algojo, Original Series bergenre action-comedy yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor khas kehidupan marjinal Jakarta. Disutradarai Rahabi Mandra dan diproduksi Screenplay Films, serial delapan episode ini menjadi salah satu produksi action terbesar Vidio sekaligus debut Arya Saloka dalam action series, menghadirkan dunia jalanan Jakarta sebagai arena pertarungan nasib, moral, dan kemanusiaan.

Cerita berfokus pada Zar, seorang anjelo yang hidup sederhana hingga sebuah insiden membuat ayahnya menjadi target organisasi gelap setelah tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan seorang podcaster. Dalam usahanya mencari jalan keluar, Zar justru terjebak semakin dalam ke dunia kriminal dan harus berhadapan dengan Frengky, algojo dingin dan taktis, serta Sadino, pemimpin organisasi yang menekan dari balik layar.

Ide cerita Algojo lahir dari riset langsung para penulis ke kawasan “underground” Jakarta, menggali sisi unik dan tabu yang jarang disorot. Riset tersebut menegaskan bahwa para tokohnya bukan sekadar hitam-putih, melainkan manusia biasa dengan pilihan hidup yang dibentuk oleh tekanan keadaan. Pendekatan ini kemudian diramu Rahabi dengan struktur cerita yang seimbang antara drama kuat, komedi organik, dan aksi yang menyatu dengan narasi.

Di balik ketegangan, serial ini menampilkan dinamika persahabatan Zar dan Panjul yang menghadirkan humor sekaligus luka emosional. Jakarta Utara diposisikan sebagai karakter hidup—keras, tanpa kompromi, namun tetap hangat. Dengan tema moral abu-abu, loyalitas, dan pilihan sulit, Algojo terus membalikkan ekspektasi penonton hingga episode terakhir, mengajak mereka bertanya: apakah mungkin tetap menjadi orang baik di dunia yang serba abu-abu?

Monday, January 5, 2026

JEJAK MISTIS ALAS ROBAN, DARI BISIKAN PELINTAS HINGGA LAYAR LEBAR


Alas Roban mengangkat Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, sebagai ruang penuh cerita dan ingatan kolektif, bukan sekadar jalur penghubung. Kawasan ini lama dikenal lewat kisah turun-temurun para sopir dan pelintas tentang hutan rapat, kabut mendadak, serta rasa tidak nyaman yang kerap muncul tanpa penjelasan logis, hingga melahirkan urban legend yang terus hidup.

Mitos Alas Roban tumbuh bukan karena semua orang mengalami hal yang sama, melainkan karena banyak orang pulang dengan perasaan serupa. Bagi sebagian pelintas, tempat ini identik dengan “aturan tak tertulis” yang dipercaya harus dihormati, menjadikan perjalanan malam sebagai pengalaman mental yang penuh kewaspadaan.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menilai Alas Roban memiliki latar yang kuat karena sejarah dan misterinya yang panjang, serta reputasinya sebagai salah satu jalur paling angker di Jawa. Film ini merangkum berbagai larangan mistis yang sering dibicarakan masyarakat, seperti menghindari melintas tengah malam, tidak singgah di warung pinggir jalan, hingga tidak menanggapi suara misterius atau bayangan di pepohonan.

Ketegangan cerita dipertegas melalui karakter Tika yang diperankan Taskya Namya, terutama saat ia menyadari perubahan janggal pada sosok Gendis. Digarap oleh kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, film ini dijadwalkan tayang 15 Januari 2026 dengan deretan pemain seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Saturday, November 22, 2025

KEMBALI DENGAN MISI BARU, AGAK LAEN HADIRKAN KOMEDI DI PANTI JOMPO



AGAK LAEN: Menyala Pantiku! adalah film komedi terbaru dari Imajinari yang akan tayang 27 November 2025. Film ini menghadirkan kisah baru empat detektif cupu—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga—yang berusaha memecahkan kasus pembunuhan anak walikota. Kasus ini menjadi kesempatan terakhir mereka untuk membuktikan diri sebelum terancam dipecat, dan petunjuk membawa mereka ke sebuah panti jompo yang menjadi pusat misteri.

Misi penyusupan ke panti jompo yang awalnya terlihat mudah berubah menjadi rangkaian kejadian kacau yang penuh teka-teki. Seperti ciri khas AGAK LAEN, film ini kembali menampilkan komedi situasi yang liar dan tak terduga, diperkuat oleh para komika serta aktor kawakan Indonesia. Antusiasme penonton juga sudah terlihat sejak special screening yang banyak terjual habis di berbagai kota.

Film ini dibintangi oleh deretan pemain pendukung seperti Tissa Biani, Ariyo Wahab, Jajang C. Noer, Chew Kin Wah, Ayushita, hingga Surya Saputra. Diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika serta disutradarai Muhadkly Acho, film ini menghadirkan latar panti jompo yang dipotret sebagai tempat hangat dan penuh kebahagiaan. Para produser optimistis bahwa film ini dapat menghadirkan tawa bagi penonton, terlihat dari respons positif selama rangkaian special screening di 27 kota.

Sutradara Muhadkly Acho menjelaskan bahwa film kedua ini menawarkan warna komedi baru, terutama karena melibatkan banyak lansia sebagai bagian dari cerita. Para pemeran pun menuturkan pengalaman unik selama syuting, seperti Boris Bokir yang menyebut banyak inside joke yang tetap universal, dan Oki Rengga yang mengungkapkan adanya adegan personal menyentuh bersama istrinya yang tampil di film ini. Bene Dion juga memastikan bahwa komedi khas “pinggir jurang” tetap hadir namun dengan pertimbangan matang.

Menjelang perilisan, film ini menyiapkan berbagai promo seperti Advance Ticket Sales mulai 21–22 November 2025 melalui aplikasi bioskop. AGAK LAEN: Menyala Pantiku! juga dipastikan tayang di Malaysia pada 4 Desember 2025, lengkap dengan roadshow tanggal 4–7 Desember. Penonton diajak bersiap menikmati "hujan tawa" di bioskop dan mengikuti informasi terbaru melalui media sosial resmi film dan Imajinari.

Sunday, November 9, 2025

GANDHI FERNANDO DAN DIANDA SABRINA EKSPERIMEN DRAMA VERTIKAL “I LOVE YOU MY TEACHER”

 


Dua aktor muda berbakat, Gandhi Fernando dan Dianda Sabrina, dipertemukan dalam drama romantis terbaru berjudul I Love You My Teacher. Serial ini digarap oleh Creator Media dan Kuro Films, tayang eksklusif di My Telkomsel mulai 7 November 2025. Dengan durasi satu menit per episode dan total 20 episode, serial ini menjadi gebrakan baru di dunia konten digital Indonesia. Mengusung format vertikal yang mirip dengan video di media sosial seperti TikTok atau Instagram Reels, serial ini dirancang agar mudah dinikmati lewat layar ponsel, menghadirkan kisah emosional dan dekat dengan realita.

Format vertikal yang masih tergolong baru di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi. Gandhi Fernando, yang juga terlibat dalam proses kreatif, menyebut bahwa membuat cerita berdurasi pendek namun tetap menarik membutuhkan strategi khusus. Setiap episode harus memiliki clickbait atau cliffhanger agar penonton terus mengikuti jalan cerita. Bersama sutradara Joel, Gandhi berupaya membuat penonton “hook” sejak episode awal karena durasi singkat membuat perhatian penonton sangat terbatas. Serial ini bukan sekadar kisah cinta antara guru dan murid, tetapi juga mencerminkan pergeseran cara masyarakat menikmati drama di era digital, di mana durasi singkat tetap bisa menyampaikan emosi dan kedalaman cerita.

Dalam I Love You My Teacher, Gandhi berperan sebagai Malik, seorang guru pengganti yang tanpa sengaja menjalin hubungan dengan Ana (Dianda Sabrina), muridnya sendiri. Hubungan mereka berkembang menjadi kisah rumit antara cinta, batas moral, dan perasaan bersalah. Dianda menilai cerita ini tidak hanya tentang romansa, tetapi juga tentang timing, boundaries, dan pemahaman emosional. Bagi Dianda, ini merupakan pengalaman pertamanya bermain di drama vertikal. Awalnya ia diajak Gandhi untuk membuat konten TikTok, namun proyek tersebut berkembang menjadi serial OTT berdurasi pendek yang disyuting kurang dari seminggu namun tetap padat secara emosional.

Proyek ini ternyata berawal dari ide iseng Gandhi yang kemudian berkembang menjadi karya serius. Ia menyadari potensi besar format vertikal dalam industri hiburan karena cocok dengan gaya konsumsi cepat generasi digital masa kini. Baik Gandhi maupun Dianda mengaku memiliki kepribadian berbeda dengan karakter mereka, namun chemistry kuat terbangun selama proses reading dan syuting. Melalui serial ini, keduanya tidak hanya menantang diri dalam format baru, tetapi juga menjadi bagian dari eksperimen kreatif dalam dunia drama digital Indonesia yang semakin dinamis.